Sabtu, 04 Juli 2026

UAS Keamanan Sistem Informasi - Saraswaty Dwi Andiny

1.) Implementasi Apache Web Server

1. Menyimpan aplikasi ke folder web server



a. Buka File Explorer, lalu masuk ke folder instalasi web server, misalnya C:\Web Server\Web Server\aplikasi-php\aplikasi.

b. Setelah itu, pastikan folder aplikasi yang akan digunakan sudah berada di direktori tersebut.

2. Mengecek aplikasi lewat browser


a. Buka browser, lalu ketik alamat aplikasi, misalnya localhost/jasa/admin.php.
b. Jika aplikasi berhasil terbuka dan tampil normal, berarti aplikasi sudah tersimpan dan bisa dijalankan dengan baik.

2.) Konfigurasi Virtual Drive Storage dan Keamanan Direktori

1. Menambahkan virtual hard disk di Oracle VirtualBox



a. Buka Oracle VirtualBox Manager, pilih virtual machine yang akan dipakai, lalu klik menu Settings.



b. Masuk ke tab Storage, kemudian pada bagian Controller: IDE klik ikon Add Attachment dan pilih Hard Disk.



c. Klik Create untuk membuat hard disk baru, tentukan lokasi penyimpanannya, lalu atur kapasitasnya menjadi 15 GB. Pilih tipe file VDI, kemudian klik Create, lanjut Choose, lalu OK.

2. Menginisialisasi disk baru di Windows Server 2003



d. Setelah hard disk ditambahkan, nyalakan kembali virtual machine Windows Server 2003 supaya disk baru bisa terbaca oleh sistem.



e. Buka Computer Management, lalu masuk ke Disk Management. Biasanya sistem akan langsung menampilkan wizard Initialize and Convert Disk untuk disk yang baru terdeteksi.



f. Pada langkah Select Disks to Initialize, centang disk baru (Disk 1, 15 GB), lalu klik Next.



g. Di bagian Select Disks to Convert, biarkan tetap sebagai basic disk tanpa perlu dicentang, lalu lanjutkan sampai Finish.

3. Membuat partisi baru dengan format NTFS



h. Klik kanan pada area Unallocated di Disk 1, lalu pilih New Partition untuk memulai proses pembuatan partisi.







i. Pada bagian Select Partition Type, pilih Primary partition, lalu klik Next.



j. Tentukan ukuran partisi menggunakan kapasitas maksimum yang tersedia, kurang lebih 15 GB, lalu klik Next.



k. Pada bagian Assign Drive Letter or Path, pilih opsi Assign the following drive letter, lalu klik Next.


l. Selanjutnya, pada bagian Format Partition, pilih sistem file NTFS, isi Volume label, centang Perform a quick format, lalu klik Next dan Finish.

4. Membuat folder utama dengan nama pribadi

m. Setelah drive baru selesai dibuat, buka drive tersebut lewat My Computer, lalu buat folder baru dan beri nama Saraswaty Dwi Andiny sebagai bukti bahwa proses sudah berhasil dilakukan.

3.) Analisis Migrasi dan Import Database MySQL

1. Menjalankan Apache dan MySQL melalui XAMPP

a. Buka XAMPP Control Panel, lalu klik Start pada modul Apache dan MySQL.
b. Pastikan keduanya sudah berstatus Running sebelum lanjut ke phpMyAdmin.

2. Membuat database baru dengan nama pribadi



c. Buka phpMyAdmin melalui browser dengan alamat localhost/phpmyadmin, lalu masuk ke tab Databases.
d. Pada bagian Create database, masukkan nama database sesuai nama pribadi, yaitu saraswaty_dwi_andiny, pilih collation utf8_general_ci, lalu klik Create.

3. Mengimpor file SQL ke database



e. Pilih database yang baru dibuat, lalu buka tab Import.
f. Klik Choose File, kemudian cari file SQL aplikasi, misalnya htdocs/jasa/database/jasa.sql.



g. Pastikan format file yang dipilih adalah SQL, sedangkan pengaturan lainnya bisa dibiarkan default. Setelah itu klik Import untuk memulai proses.

4. Mengecek hasil import database



h. Jika proses import sudah selesai, periksa isi database dan pastikan tabel-tabel aplikasi seperti biaya, transaksi, dan user sudah masuk dengan benar.

4.) Perancangan Topologi dan IP Jaringan Aman

1. Mengenkripsi password menggunakan fungsi MD5 di phpMyAdmin



a. Buka phpMyAdmin, lalu pilih database dan tabel user yang berisi kolom username, password, dan nama.
b. Pada kolom password, ubah bagian Function menjadi MD5, lalu isi password pada kolom Value, misalnya 123.
c. Lengkapi kolom lainnya seperti username dan nama, kemudian klik Go untuk menyimpan data. Dengan cara ini, password akan tersimpan dalam bentuk hash MD5, bukan teks biasa.

2. Menguji login ke dashboard aplikasi



d. Setelah data user dibuat, buka aplikasi melalui browser lalu masukkan username dan password yang sudah didaftarkan.
e. Jika login berhasil dan masuk ke halaman dashboard, berarti proses enkripsi password dan autentikasi berjalan dengan baik.

5.) Validasi Integritas dan Modifikasi Halaman Beranda Web

1. Mengubah kode pada halaman beranda



a. Buka file index.php yang ada di folder utama web server menggunakan text editor.
b. Tambahkan nama pribadi pada bagian header, misalnya dengan menambahkan elemen <h3> berisi Saraswaty Dwi Andiny di bawah judul Login Admin, lalu simpan perubahan tersebut.

2. Mengecek hasil perubahan di browser



c. Buka kembali halaman beranda atau login aplikasi melalui browser, lalu pastikan nama Saraswaty Dwi Andiny yang ditambahkan sudah muncul pada bagian header.

3. Mengamankan file dengan perintah ATTRIB +R



d. Buka Command Prompt, lalu arahkan ke folder tempat file berada, misalnya C:\xampp\htdocs\jasa.
e. Jalankan perintah attrib +R admin.php agar file berubah menjadi Read-Only.
f. Setelah itu, cek kembali dengan perintah attrib admin.php. Jika muncul huruf R, berarti file sudah berhasil diproteksi dan tidak bisa diubah atau dihapus sebelum atributnya diubah kembali.